email : travelvalsa@gmail.com | chat only : +62 812 3485 8546
Tempat Wisata di Mataram yang “Instagramable”
Ketika merencanakan perjalanan ke Lombok, banyak wisatawan yang langsung menuju Gili Trawangan atau Gunung Rinjani. Namun, kita sering lupa bahwa ibu kota Nusa Tenggara Barat (NTB), Mataram, menyimpan harta karun visual dan budaya yang sangat unik. Mataram menyajikan perpaduan sempurna antara sejarah yang khusyuk, spiritualitas yang megah, dan denyut nadi gaya hidup lokal. Oleh sebab itu, Anda wajib mengunjungi dan mengabadikan setiap sudut kota ini. Kami mengajak Anda ke tempat wisata di mataram yang instagramable, lengkap dengan panduan agar perjalanan Anda mulus dan berkesan.
1. Pesona Vintage Kota Tua Ampenan

Kota Tua Ampenan, yang dahulu berfungsi sebagai pelabuhan utama Mataram, menawarkan latar belakang foto yang eksotis dan kaya sejarah. Selain itu, arsitektur kolonial yang tampak memudar menciptakan nuansa vintage yang sangat kuat, ideal untuk Anda yang menyukai fotografi urban. Dengan demikian, Ampenan memberikan dimensi visual yang berbeda, kontras dengan lanskap pantai Lombok yang biasa. Pengunjung merasakan kultur Hindu yang masih kental di area ini, menambah kedalaman estetika foto Anda. Terlebih lagi, aksesnya sangat terjangkau; pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan bermotor sebesar Rp 5.000.
2. Keagungan Arsitektur Spiritual: Islamic Center Mataram

Islamic Center Mataram adalah ikon visual dan spiritual yang paling menonjol di kota ini. Bangunan megah ini menampilkan arsitektur Islam modern yang spektakuler, menjadikannya latar belakang foto yang sangat dramatis dan ikonik. Maka, Menara 99 yang menjulang tinggi menjadi spot terbaik. Dari sana, Anda menangkap pemandangan kota yang luas saat fajar atau senja, menciptakan konten yang mengesankan. Fotografer sering memfokuskan lensa pada detail ornamen islami yang kaya, menangkap kedalaman spiritual dan kemegahan arsitekturnya. Oleh sebab itu, pastikan Anda memasukkan lokasi ini dalam daftar kunjungan Anda.
3. Jejak Sejarah: Taman Mayura

Mataram menjunjung tinggi warisan budayanya melalui situs-situs bersejarah. Taman Air Mayura, sebagai peninggalan masa lalu, menawarkan lingkungan yang tenang dengan elemen air yang menawan. Selanjutnya, taman ini beroperasi setiap hari. Pengunjung dapat mengambil foto yang memancarkan ketenangan dan nilai sejarah mulai pukul 09:00 hingga 17:00 WITA.
4. Jejak Sejarah Lanjutan: Taman Narmada

Taman Narmada adalah replika miniatur Gunung Rinjani, dibangun sebagai tempat upacara Pujawali dan peristirahatan raja. Oleh sebab itu, tempat ini memiliki nilai sejarah dan spiritualitas yang mendalam. Di samping itu, pengunjung dapat mengabadikan arsitektur pura dan kolam yang menawan sebagai latar foto yang tenang. Terlebih lagi, Anda dapat mencoba air awet muda yang konon bersumber dari Gunung Rinjani. Maka, wisatawan domestik membayar tiket masuk Rp 10.000 untuk dewasa, sedangkan wisatawan asing membayar Rp 50.000. Narmada buka setiap hari, menerima kunjungan mulai pukul 08:00 hingga 17:00 WITA.
Baca Juga : Tempat Camping di Lombok yang Instagramable
5. Pusat Pengetahuan Budaya: Museum Negeri NTB

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat memberikan pengetahuan mendalam tentang sejarah, budaya, dan seni masyarakat NTB, khususnya Sasak dan Samawa. Dengan demikian, arsitektur museum menampilkan latar belakang yang kental dengan budaya lokal yang dapat meningkatkan nilai foto Anda. Bahkan, nilai edukasi berpadu dengan biaya yang sangat rendah; harga tiket masuk untuk dewasa hanya Rp.4.000. Museum ini menunjukkan nilai aksesibilitas tinggi bagi wisatawan. Namun, pengunjung harus mencermati jam operasional yang berbeda, yaitu Selasa hingga Kamis mulai 08:00 hingga 16:00 WITA, dan hari Senin yang dimulai pukul 10:00 WITA.
6. Nuansa Alam Tropis: Pantai Loang Baloq

Pantai Loang Baloq menjadi destinasi pantai yang sangat populer, terutama bagi penduduk Kota Mataram. Selanjutnya, Loang Baloq menawarkan pemandangan laut yang teduh, cocok untuk bersantai dan menikmati suasana sore. Oleh karena itu, Anda dapat mengambil foto sunset yang memukau di area ini. Bahkan, pantai ini juga memiliki makam keramat yang dihormati warga setempat. Dengan demikian, biaya masuknya sangatlah terjangkau; pengunjung hanya perlu membayar sekitar Rp 1.000 per orang.
7. Seni dan Edukasi Lingkungan: The Griya Galeri Sampah

The Griya Trash Gallery memberikan definisi baru pada seni dan lingkungan. Maka, galeri ini menyajikan karya-karya seni yang seluruhnya terbuat dari daur ulang sampah, khususnya bahan berbasis kertas dan kayu. Oleh sebab itu, pendirinya, Theo Setiaji Sutedja, mengubah limbah menjadi kerajinan yang unik dan bernilai estetika tinggi. Selain itu, Anda berkesempatan mengambil foto yang thought-provoking dengan latar belakang instalasi seni dari sampah daur ulang. Dengan demikian, Anda tidak hanya mendapatkan foto aesthetic, tetapi juga membawa pulang edukasi tentang pentingnya lingkungan.
8. Denyut Nadi Gaya Hidup Lokal: Jalan Udayana dan Taman Sangkareang

Jalan Udayana dan Taman Sangkareang merepresentasikan denyut nadi kehidupan lokal Mataram, menawarkan nuansa lifestyle yang otentik. Terlebih lagi, Jalan Udayana menjadi pusat kegiatan olahraga dan Car Free Day setiap pekan. Pengunjung berkesempatan menangkap energi penduduk setempat yang unik. Di Teras Udayana, Anda dapat menikmati keindahan malam Mataram. Selain itu, Taman Sangkareang menyajikan beragam pilihan kuliner dan atraksi musisi jalanan yang membawakan lagu daerah, menciptakan kesan yang berbeda dari destinasi pantai biasa.
Tips dan Etika Berwisata
Kami melengkapi panduan visual ini dengan informasi praktis yang akan memudahkan perjalanan Anda.
Etika Wisatawan yang Bertanggung Jawab
Mataram, sebagai bagian dari Lombok, memiliki adat istiadat Suku Sasak yang kental. Oleh sebab itu, kami menekankan pentingnya etika berwisata yang bertanggung jawab :
- Berpakaian yang Sopan: Wisatawan wajib memilih pakaian yang tertutup dan sopan, terutama saat mengunjungi tempat ibadah seperti Islamic Center atau desa budaya.
- Menggunakan Tutur Kata yang Baik: Selalu gunakan bahasa yang santun dan hormat kepada warga sekitar, membangun interaksi positif.
- Menjaga Kebersihan: Selalu menjaga kebersihan di area publik dan wisata.
Ringkasan Tempat Wisata Mataram
| Destinasi | Fokus Estetika | Jam Operasional (Perkiraan) | Harga Tiket Dewasa (IDR) |
|---|---|---|---|
| Kota Tua Ampenan | Vintage, Sejarah | 24 Jam (Area Terbuka) | Rp 5.000 (Parkir Motor) |
| Islamic Center | Arsitektur Religi, Ikonik | Bervariasi | Gratis (Umum) |
| Taman Mayura | Water Palace, Sejarah | 09:00 - 17:00 WITA | Variatif (Low Cost) |
| Taman Narmada | Replika Rinjani, Sejarah | 08:00 - 17:00 WITA | Rp 10.000 (Lokal) |
| Museum NTB | Budaya Sasak & Samawa | Sel-Kam: 08:00–16:00 WITA | Rp 4.000 |
| Pantai Loang Baloq | Sunset, Alam Tropis | 24 Jam | Rp 1.000 (Umum) |
| The Griya Trash Gallery | Seni Daur Ulang, Edukasi | Bervariasi | Variatif (Low Cost) |
| Jalan Udayana | Lifestyle, CFD | 24 Jam | Gratis (Kecuali Jajan) |
| Taman Sangkareang | Taman Kota | 24 Jam | Gratis (Kecuali Jajan) |



