email : travelvalsa@gmail.com | chat only : +62 812 3485 8546
Pengalaman Tak Terlupakan Menginap di Atas Awan Bukit Pemedengan

Apakah Anda sedang merencanakan pelarian singkat dari hiruk-pikuk kota yang melelahkan? Atau mungkin, Anda sedang mencari lokasi liburan yang menawarkan ketenangan jiwa tanpa harus menyiksa fisik dengan pendakian ekstrem? Jika Anda mengangguk setuju, maka Wisata Bukit Taman Pemedengan adalah jawaban sempurna yang Anda cari. Terletak secara strategis di Desa Sajang, Sembalun, destinasi ini menawarkan perpaduan magis antara petualangan alam liar dan kemudahan akses. Oleh karena itu, mari kita kupas tuntas mengapa lokasi ini wajib masuk dalam daftar perjalanan Anda berikutnya.
Mengapa Harus Wisata Bukit Taman Pemedengan?
Pertama-tama, kita harus membahas alasan utama mengapa tempat ini begitu spesial. Kebanyakan orang mengenal Sembalun sebagai surga bagi para pendaki tangguh. Namun, Wisata Bukit Taman Pemedengan mematahkan mitos bahwa pemandangan indah selalu membutuhkan pengorbanan fisik yang berat. Di sini, Anda memegang kendali penuh atas kenyamanan perjalanan Anda. Anda bisa membawa kendaraan, baik itu sepeda motor maupun mobil, langsung menuju area perkemahan. Bayangkan saja, Anda tidak perlu memanggul beban ransel seberat kulkas di punggung. Sebaliknya, Anda hanya perlu duduk manis, menekan pedal gas, dan membiarkan mesin kendaraan membawa Anda membelah perkebunan warga hingga tiba di titik tujuan.
Selanjutnya, mari bicara soal posisi geografis yang menguntungkan. Lokasi ini berada di ketinggian yang cukup unik, yaitu sekitar 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Angka ini mungkin terdengar teknis, tetapi dampaknya sangat nyata bagi tubuh Anda. Udara di sini terasa sejuk menyegarkan, namun tidak menusuk tulang seperti di pos pendakian Rinjani yang lebih tinggi. Akibatnya, tempat ini menjadi sangat ramah bagi siapa saja, mulai dari anak-anak balita hingga orang tua lanjut usia yang ingin menikmati alam tanpa risiko hipotermia.
Menjemput Matahari di Negeri di Atas Awan

Daya tarik visual tentu menjadi menu utama dalam setiap perjalanan wisata. Di Wisata Bukit Taman Pemedengan, mata Anda akan dimanjakan oleh panorama yang sulit Anda temukan tandingannya. Jika Anda menghadap ke selatan, Gunung Rinjani yang perkasa akan menyapa Anda dengan gagahnya. Jarak pandang yang begitu dekat membuat Anda seolah-olah bisa menyentuh dinding kaldera raksasa tersebut. Sementara itu, jika Anda memutar badan ke arah utara, garis pantai Laut Bayan akan terlihat berkilauan memantulkan cahaya matahari, menciptakan kontras warna biru yang menenangkan.
Namun, pertunjukan sesungguhnya baru dimulai saat fajar menyingsing. Fenomena “negeri di atas awan” adalah momen yang paling para pemburu foto nantikan. Ketika matahari mulai merangkak naik dari ufuk timur, kabut tebal biasanya masih mendekap erat lembah Sembalun di bawah sana. Anda yang berdiri di ketinggian bukit akan merasa seperti sedang terapung di atas samudra kapas putih yang maha luas. Cahaya emas matahari pagi yang menerobos celah-celah kabut akan menciptakan siluet dramatis yang sangat memukau. Oleh sebab itu, pastikan Anda menyetel alarm lebih awal agar tidak melewatkan pertunjukan alam yang spektakuler ini.
Perjalanan Menuju Lokasi: Sebuah Petualangan Singkat
Untuk mencapai surga tersembunyi ini, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 2,5 hingga 3 jam dari Kota Mataram. Anda memiliki dua opsi rute yang menarik. Jika Anda menyukai perjalanan santai dengan pemandangan laut, ambillah jalur utara melewati Senggigi. Akan tetapi, jika Anda ingin memangkas waktu, jalur timur melalui Aikmel dan Pusuk Sembalun adalah pilihan cerdas.
Sesampainya di Desa Sajang, petualangan kecil Anda akan dimulai. Anda harus melintasi jalan akses sejauh kurang lebih satu kilometer dari jalan raya utama. Perlu Anda ingat, kondisi jalan di segmen terakhir ini cukup menantang. Jalur tersebut merupakan campuran antara jalan tanah padat, bebatuan, dan sebagian rabat beton. Meskipun mobil jenis city car masih bisa lewat dengan manuver hati-hati, kami sangat menyarankan Anda menggunakan kendaraan dengan ground clearance tinggi seperti SUV atau motor trail. Terlebih lagi jika Anda datang pada musim hujan, tanah bisa berubah menjadi lumpur yang licin, sehingga kewaspadaan ekstra sangat Anda perlukan.
Fasilitas Lengkap untuk Kenyamanan Maksimal

Berbeda dengan lokasi camping liar yang minim fasilitas, pengelola Wisata Bukit Taman Pemedengan sangat memahami kebutuhan wisatawan modern. Anda tidak perlu pusing memikirkan urusan sanitasi karena di sini sudah tersedia tiga unit kamar mandi permanen yang bersih. Ketersediaan air bersih juga terjamin, sehingga Anda bisa membasuh muka atau berwudu dengan nyaman.
Selain itu, bagi Anda yang tidak memiliki peralatan kemah, pengelola menyediakan solusi praktis. Anda bisa menyewa paket tenda lengkap yang berisi matras empuk dan kantong tidur (sleeping bag) yang hangat. Bahkan, tersedia juga “Berugak” atau gazebo tradisional bagi Anda yang ingin sekadar duduk santai menikmati kopi tanpa harus mendirikan tenda. Mengenai urusan perut, terdapat warung di lokasi. Namun, ada satu tips penting yang harus Anda catat: jika Anda ingin memesan makanan berat seperti nasi ayam atau ikan bakar, Anda wajib melakukan reservasi satu hari sebelumnya kepada pengelola. Langkah antisipatif ini akan menyelamatkan Anda dari kelaparan di tengah malam.
Rincian Biaya yang Sangat Bersahabat
Liburan berkualitas tidak selalu harus menguras dompet. Di sini, Anda bisa menikmati kemewahan alam dengan biaya yang sangat terjangkau. Untuk tiket masuk kunjungan harian, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10.000 per orang. Sangat murah, bukan?
Jika Anda memutuskan untuk menginap dan membawa peralatan sendiri, biaya sewa lahan atau camping ground hanya dikenakan sebesar Rp 50.000 per orang. Namun, jika Anda ingin pengalaman “terima beres”, paket penyewaan tenda tersedia mulai dari Rp 150.000 untuk kapasitas satu orang, hingga paket hemat untuk tiga orang seharga Rp 255.000 (Rp 85.000 per orang). Fleksibilitas harga ini tentu menjadi nilai tambah yang membuat Wisata Bukit Taman Pemedengan dapat dijangkau oleh semua kalangan, mulai dari mahasiswa backpacker hingga keluarga besar.
Aktivitas Seru Selain Berkemah

Di samping menikmati pemandangan, ada banyak aktivitas lain yang bisa Anda lakukan untuk membunuh waktu. Anda bisa mencoba astrofotografi saat malam hari. Jauh dari polusi cahaya kota membuat langit di atas Bukit Pemedengan tampak sangat jernih bertabur bintang. Anda bahkan bisa melihat bentangan Bima Sakti atau Milky Way dengan mata telanjang jika cuaca sedang cerah.
Tak hanya itu, lokasi ini juga dekat dengan agrowisata kopi Desa Sajang. Desa ini terkenal sebagai penghasil kopi Arabika dan Robusta berkualitas tinggi. Anda bisa menyempatkan diri untuk berjalan-jalan ke perkebunan warga, melihat proses pengolahan biji kopi, dan tentu saja, menyeruput secangkir kopi Sajang asli sambil menatap Gunung Rinjani. Pengalaman autentik seperti inilah yang akan membuat liburan Anda terasa lebih bermakna.
Sebagai penutup, Wisata Bukit Taman Pemedengan menawarkan paket lengkap yang sulit untuk Anda tolak. Keindahan alam yang memesona, kemudahan akses kendaraan, fasilitas yang memadai, serta biaya yang sangat ramah di kantong adalah kombinasi sempurna untuk sebuah destinasi wisata. Tempat ini memberikan bukti nyata bahwa menikmati keagungan alam tidak selalu harus melalui penderitaan fisik.
Anda bisa mendapatkan ketenangan pikiran, koleksi foto yang instagramable, dan kenangan manis bersama orang terkasih hanya dalam satu kali kunjungan. Jadi, tunggu apa lagi? Segera atur jadwal cuti Anda, siapkan kendaraan, dan ajak orang-orang tersayang untuk merasakan sensasi tidur beralaskan rumput dan beratapkan langit di Pemedengan. Sampai jumpa di atas awan!



