Jangan ke Pantai Tanjung Bloam Sebelum Tahu 2 Jalur Rahasia Ini!

Resor Pantai Tanjung Bloam

Lupakan sejenak Gili Trawangan atau keramaian Kuta Mandalika. Jika Anda mengaku sebagai petualang sejati yang mencari “surga tersembunyi” lainnya yang versi nyata di Lombok, maka Valsa Travel punya satu nama untuk Anda: Ya, Pantai Tanjung Bloam.

Namun, tunggu dulu. Ini bukanlah pantai santai biasa tempat Anda sekadar menggelar handuk dan memesan kelapa muda. Tanjung Bloam adalah sebuah mahakarya alam yang dramatis, sebuah benteng tebing cadas yang menjaga pasir putih purih dan lautan pirus yang masih perawan. Karena statusnya yang tersembunyi, banyak wisatawan yang akhirnya “tersesat” ke jalur mahal atau bahkan tidak berhasil sampai sama sekali.

Oleh karena itu, sebelum Anda menyalakan motor dan menuju Lombok Timur, baca panduan jujur ala Valsa Travel ini. Kami akan membongkar semua rahasianya, terutama dua jalur akses yang sangat berbeda untuk sampai ke sana.

Mengapa Anda harus bersusah payah ke sini? Jawabannya sederhana: pemandangannya hampir tidak ada duanya. Tidak seperti pantai Lombok lainnya, Tanjung Bloam menawarkan kemegahan geologis yang akan membuat feed Instagram Anda meledak.

Keunikan utama Tanjung Bloam terletak pada formasi tebingnya yang spektakuler. Di satu sisi, Anda akan melihat tebing cadas tajam berwarna kuning keemasan yang menjulang angkuh, menciptakan kontras sempurna dengan birunya laut lepas.

Kemudian, di sisi lain, terdapat formasi tebing yang lebih bulat dan unik, yang oleh penduduk lokal sering disebut sebagai “tebing bakpao”. Perpaduan dua karakter tebing yang berbeda inilah yang menjadikan Tanjung Bloam sebagai studio foto alam paling eksotis. Setiap sudutnya adalah sebuah angle yang menakjubkan.

Selain keindahan visualnya, Tanjung Bloam memiliki peran ekologis yang vital. Kawasan ini merupakan wilayah konservasi untuk pelepasan penyu. Jadi, saat Anda menjelajahi pantai ini, Anda sebenarnya sedang mengunjungi rumah bagi satwa langka.

Tentu saja, elemen pantai klasiknya juga luar biasa. Hamparan pasir putihnya benar-benar bersih dan terasa sangat lembut, mungkin karena lokasinya yang masih jarang terjamah.

Pantai Tanjung Bloam view

Ini adalah bagian terpenting dari panduan ini. Ada dua cara utama untuk mengakses Pantai Tanjung Bloam, dan memilih jalur yang salah bisa merusak anggaran atau mood petualangan Anda.

Jika Anda membuka Google Maps, kemungkinan besar Anda akan diarahkan langsung ke Jeeva Beloam Beach Camp, sebuah resor mewah yang indah. Akses melalui resor ini tentu saja mudah dan terawat.

Namun, ada harganya. Jika Anda bukan tamu yang menginap (dengan tarif jutaan per malam), Anda harus membayar tiket masuk sebagai tamu harian. Beberapa laporan wisatawan menyebutkan biaya ini mencapai Rp.100.000 per orang. Jalur ini cocok jika Anda mencari kenyamanan absolut dan tidak keberatan membayar lebih.

Nah, ini dia rahasia yang ditunggu-tunggu. Tentu saja ada jalur “Petualang” yang lebih menantang tapi jauh lebih memuaskan.

Pertama, Anda harus mengarahkan kendaraan Anda (dari Mataram, butuh waktu 2 hingga 2,5 jam) menuju Kecamatan Jerowaru, lalu ke Dusun Tangsi. Peringatan penting: lupakan membawa mobil ke titik terakhir. Akses jalan kecil menuju area parkir swadaya masyarakat ini cukup menantang, belum mulus, dan faktanya hanya bisa diakses oleh sepeda motor.

Setelah Anda memarkir motor Anda, petualangan sesungguhnya dimulai. Anda harus trekking menuruni bukit melalui hutan kecil selama sekitar 12 hingga 15 menit untuk mencapai bibir pantai.

Hasilnya? Anda hanya perlu membayar biaya parkir swadaya masyarakat sebesar Rp.5.000. Sebagai gantinya, Anda mendapatkan seluruh kemegahan pantai ini serasa milik pribadi.

Kami serius. Tim Valsa Travel harus jujur soal keamanan.

Meskipun beberapa blog perjalanan generic mungkin menyebut tempat ini ideal untuk snorkeling, faktanya sangat berbeda dan berbahaya. Pantai Tanjung Bloam berhadapan langsung dengan laut lepas.

Artinya, ombak di sini sangat besar, kuat, tidak teratur, dan arusnya kencang. Banyak terumbu karang tajam di area tersebut yang membuatnya semakin berbahaya. Kami sangat tidak merekomendasikan aktivitas berenang, berselancar, atau bahkan snorkeling jauh-jauh dari bibir pantai. Jangan menantang maut. Cukup nikmati pemandangan, bermain air di tepian yang sangat dangkal, dan abadikan keindahannya.

Jadi, jika tidak bisa berenang, apa yang harus dilakukan?

  1. Fotografi dan Bermain Drone: Ini adalah aktivitas nomor satu. Bawa kamera terbaik Anda. Jelajahi formasi tebing, naik sedikit ke atas bukit (hati-hati!) untuk mendapatkan panorama laut yang lebih luas.
  2. Piknik Epik: Karena pantai ini sepi, ini adalah lokasi piknik paling eksklusif di Lombok.
  3. Menikmati Kesendirian: Duduklah di atas batu cadas besar, rasakan angin laut, dan nikmati kemewahan sebuah pantai yang sunyi.
  4. Eksplorasi Konservasi: Lihat area konservasi penyu. Jika Anda beruntung, Anda mungkin berada di sana pada waktu pelepasan.

Baca Juga : Gili Asahan: “Surga Tersembunyi” di Lombok yang Bikin Traveler Ketagihan Datang Lagi!


Sebelum Anda berangkat, pastikan Anda mencatat tips penting ini:

  • Sinyal: Ini adalah update terpenting. Dulu, area ini adalah blank spot total. Namun, laporan terbaru per September 2025 mengonfirmasi bahwa sinyal Telkomsel kini stabil!. Akhirnya, Anda bisa pamer keindahan ini secara real-time di IG Story atau melakukan panggilan darurat jika perlu.
  • Bawa Bekal Sendiri: Ini krusial. Tidak ada warung, kafe, atau penjual asongan di area pantai. Satu-satunya restoran ada di dalam resor privat. Bawa air minum yang banyak dan makanan ringan.
  • Gunakan Alas Kaki yang Tepat: Jika Anda mengambil Jalur Petualang, lupakan sandal jepit. Anda akan trekking menuruni bukit. Gunakan sepatu trekking atau setidaknya sandal gunung anti-selip.
  • Waktu Terbaik: Datanglah di pagi hari atau menjelang sore. Cahaya matahari pagi atau senja akan membuat tebing keemasan itu benar-benar bersinar.
  • Jam Buka & Tiket: Jalur petualang secara teknis terbuka 24 jam, tetapi sangat disarankan untuk berkunjung antara jam 8 pagi hingga 5 sore demi keamanan. Ingat, tiket jalur petualang Rp.5.000, tiket jalur sultan (via resor) Rp.100.000.

Pantai Tanjung Bloam adalah definisi sejati dari sebuah petualangan. Perjalanannya menantang, medannya tidak mudah, dan ada aturan keamanan yang harus Anda patuhi.

Namun, imbalannya adalah sebuah panorama yang tidak akan pernah Anda lupakan, sebuah pantai kelas dunia yang terasa seperti milik Anda sendiri.


Paket Wisata yang mungkin anda minati

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *