email : travelvalsa@gmail.com | chat only : +62 812 3485 8546
7 Tempat Wisata Sumbawa Barat Terindah & Panduan Lengkap (Update 2025)

Apakah Anda merasa jenuh dengan kemacetan Bali atau keramaian Lombok yang semakin padat? Anda mungkin merindukan sebuah pelarian ke “Wild West”-nya Indonesia. Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kini muncul sebagai primadona baru bagi para petualang yang mencari keaslian. Tahun 2025 menjadi momen kebangkitan pariwisata di wilayah ini, di mana infrastruktur mulai membaik namun alamnya masih memancarkan aura perawan yang liar. Artikel ini akan mengupas tuntas tempat wisata sumbawa barat, menyoroti kelebihan dan kekurangan nyata di lapangan, serta memandu langkah Anda menuju surga tersembunyi ini.
1. Pulau Kenawa: Savana Eksotis di Gerbang Sumbawa

Perjalanan kita bermula tepat di gerbang masuk Sumbawa Barat. Pulau Kenawa menyambut setiap pelancong yang baru turun dari feri di Pelabuhan Poto Tano. Berbeda dengan pulau tropis biasa, Kenawa menawarkan lanskap savana tandus yang kontras dengan biru laut, menciptakan estetika visual yang menyerupai Afrika.
Wisatawan dapat mencapai pulau ini hanya dalam waktu 15 hingga 20 menit menggunakan perahu nelayan dari dermaga rakyat Poto Tano. Anda bisa mendaki bukit ikonik di tengah pulau untuk menikmati panorama 360 derajat yang memukau, mencakup Gunung Rinjani dan Selat Alas. Bagi pencinta camping, Kenawa adalah lokasi terbaik untuk menatap bintang (stargazing) tanpa polusi cahaya.
Kelebihan:
- Akses sangat mudah dan cepat dari pelabuhan utama.
- Pemandangan sunrise dan sunset yang spektakuler dari puncak bukit.
- Biaya penyeberangan relatif terjangkau, berkisar Rp250.000 – Rp300.000 per perahu untuk pulang pergi.
Kekurangan:
- Fasilitas di pulau sangat minim. Gazebo yang tersedia seringkali dalam kondisi kurang terawat dan kotor.
- Tidak ada sumber air tawar, sehingga Anda wajib membawa persediaan air minum yang cukup.
- Cuaca sangat panas di siang hari karena minimnya pohon peneduh di area savana.
2. Pantai Jelenga (Scar Reef): Kemewahan dalam Kesunyian

Bergerak ke arah Kecamatan Jereweh, Anda akan menemukan Pantai Jelenga. Dunia internasional mengenalnya sebagai “Scar Reef” karena ombak left-hand barrel kelas dunia yang memecah di atas karang tajam. Namun, bagi non-peselancar, Jelenga menawarkan kemewahan berupa privasi total.
Pantai ini memiliki pasir putih yang membentuk tapal kuda raksasa dengan air berwarna biru toska jernih. Kondisi jalan menuju Jelenga pada tahun 2024-2025 secara umum sudah membaik, meskipun pengendara tetap harus waspada terhadap beberapa titik jalan yang masih berupa tanah atau kerikil, serta kerbau warga yang sering melintas. Suasana di sini sangat tenang, jauh dari hiruk pikuk pedagang asongan.
Kelebihan:
- Suasana sangat privat, cocok untuk healing atau bulan madu.
- Ombak kelas dunia bagi peselancar profesional.
- Terdapat akomodasi homestay yang nyaman seperti Scar Reef Homestay dan Kebon Homestay yang dekat dengan bibir pantai.
Kekurangan:
- Dasar laut berbatu karang tajam, sehingga perenang harus ekstra hati-hati.
- Lokasi cukup jauh dari pusat keramaian atau minimarket, sehingga Anda perlu membawa perbekalan logistik yang cukup.
3. Pantai Maluk: Ikon Pariwisata Keluarga dan Peselancar

Pantai Maluk memegang status sebagai detak jantung tempat wisata sumbawa barat. Terletak di sebuah teluk yang diapit oleh Bukit Mantun dan Bukit Balas, pantai ini menawarkan paket lengkap. Pasir putihnya sangat halus seperti tepung, aman bagi anak-anak yang ingin bermain atau membangun istana pasir.
Di sisi lain, Maluk menyimpan legenda bernama “Super Suck”, sebuah gulungan ombak yang memecah akibat pertemuan arus dengan tanjung karang. Wisatawan juga dapat mengunjungi penangkaran penyu kecil yang dikelola warga setempat sebagai sarana edukasi lingkungan. Fasilitas di sini adalah yang terlengkap di antara pantai lainnya, mulai dari warung makan, mushola, hingga area parkir yang luas.
Kelebihan:
- Fasilitas penunjang sangat lengkap dan mudah diakses.
- Ramah anak dan keluarga karena area berenang yang relatif aman di pinggir pantai.
- Pilihan kuliner seafood segar berlimpah di sepanjang pantai.
Kekurangan:
- Seringkali padat pengunjung, terutama saat akhir pekan atau hari libur nasional.
- Masalah sampah terkadang muncul akibat volume pengunjung yang tinggi.
4. Pantai Rantung (Yoyo’s): Vibes Internasional dan Romantisme Senja

Melanjutkan perjalanan ke selatan menuju Kecamatan Sekongkang, Pantai Rantung atau Yoyo’s menawarkan atmosfer yang berbeda. Tempat wisata Sumbawa Barat ini telah berkembang menjadi hub bagi komunitas ekspatriat dan peselancar mancanegara. Deretan resort dan kafe tepi pantai memberikan nuansa liburan tropis yang modern namun tetap santai.
Pantai ini menghadap langsung ke barat, menjadikannya salah satu spot terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam. Ombak di sini, yang dikenal dengan nama The Hook dan The Wedge, konsisten memanjakan para peselancar sepanjang tahun. Bagi Anda yang tidak berselancar, duduk santai di kafe sambil menikmati minuman dingin dan melihat aksi para surfer adalah kegiatan yang sangat menyenangkan.
Kelebihan:
- Banyak pilihan akomodasi berkualitas, mulai dari kelas backpacker hingga resort mewah.
- Suasana sosial yang hidup dan internasional, memudahkan Anda bertemu teman baru.
- Pemandangan sunset yang sangat romantis dan dramatis.
Kekurangan:
- Harga makanan dan penginapan cenderung lebih tinggi dibandingkan area Taliwang atau Poto Tano.
- Ombak pantai cukup besar, kurang aman bagi perenang pemula tanpa pengawasan.
5. Pantai Lawar: Permata Tersembunyi di Ujung Selatan

Jika Anda mencari definisi sejati dari “Hidden Gem”, Pantai Lawar adalah jawabannya. Terletak tidak jauh dari Sekongkang, pantai ini tersembunyi di balik tebing batu dan pepohonan kelapa yang rimbun. Pantai Lawar menawarkan pasir putih yang sangat lembut dengan gradasi air laut yang memikat mata.
Keaslian Pantai Lawar masih sangat terjaga. Anda jarang menemukan bangunan permanen di bibir pantai, memberikan sensasi menyatu sepenuhnya dengan alam. Dua bukit karang yang mengapit pantai ini menciptakan bingkai alami yang sempurna untuk fotografi lansekap.
Kelebihan:
- Sangat alami dan minim polusi visual bangunan.
- Ketenangan maksimal, seringkali Anda bisa menikmati pantai serasa milik pribadi.
- Spot foto yang sangat instagramable dengan latar tebing dan nyiur melambai.
Kekurangan:
- Akses masuk sedikit tersembunyi dan memerlukan navigasi yang cermat.
- Tidak ada warung atau toilet umum di area pantai, Anda wajib mandiri soal logistik.
- Sinyal seluler seringkali timbul tenggelam di area ini.
6. Pantai Balad: Keriaan Lokal dan Kuliner Ikan Bakar

Dekat dengan pusat kota Taliwang, Pantai Balad menjadi favorit warga lokal untuk menghabiskan akhir pekan. Pantai ini memiliki garis pantai yang panjang dan landai, serta ombak yang relatif tenang. Daya tarik utamanya bukan hanya pada pemandangan, tetapi pada pengalaman kuliner.
Deretan warung di Pantai Balad menyajikan ikan bakar segar khas Sumbawa yang menggugah selera. Anda bisa menikmati hidangan laut sambil merasakan angin sepoi-sepoi. Namun, pengunjung perlu mencatat bahwa kebersihan di pantai ini terkadang menjadi isu, terutama setelah acara keramaian atau libur panjang.
Kelebihan:
- Lokasi sangat dekat dengan Kota Taliwang (sekitar 30 menit).
- Surga kuliner seafood dengan harga yang bersahabat.
- Cocok untuk interaksi dengan budaya dan warga lokal.
Kekurangan:
- Masalah sampah plastik yang terkadang mengganggu pemandangan.
- Kurang memberikan privasi karena sering ramai oleh pengunjung lokal.
7. Bukit Mantun: Menatap Sumbawa dari Angkasa

Meski bukan pantai, Bukit Mantun di Desa Mantar adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem tempat wisata sumbawa barat. Bukit ini menjadi landasan pacu bagi olahraga paralayang. Bahkan, pada tahun 2025, event paralayang tingkat provinsi kembali aktif digelar di sini, menandakan pulihnya aktivitas wisata olahraga di Mantar.
Dari ketinggian Bukit Mantun, Anda dapat menyaksikan hamparan garis pantai Sumbawa Barat, tambak-tambak warga, hingga Pulau Lombok di kejauhan. Pemandangan sunrise di sini sering disebut sebagai salah satu yang terbaik di Nusa Tenggara.
Kelebihan:
- Pemandangan udara yang spektakuler dan instagramable.
- Udara yang sejuk dan segar, berbeda dengan area pesisir yang panas.
- Kesempatan mencoba olahraga ekstrem paralayang bersama instruktur profesional.
Kekurangan:
- Akses jalan menuju desa Mantar cukup menanjak dan membutuhkan kendaraan yang prima.
- Fasilitas penginapan di atas bukit masih terbatas pada homestay rumah warga.
Panduan Logistik dan Tips Perjalanan
Transportasi Menuju Lokasi: Wisatawan dari Pulau Lombok memiliki beberapa opsi. Anda dapat menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Kayangan ke Poto Tano yang beroperasi 24 jam. Alternatif lain adalah menggunakan bus DAMRI dari Mataram dengan rute menuju Taliwang atau Maluk, dengan tarif berkisar Rp100.000 hingga Rp135.000 tergantung kelas armada. Bagi yang menginginkan kecepatan, kapal cepat (fast boat) juga tersedia dari Kayangan menuju Benete.
Rekomendasi Kuliner Wajib Coba: Jangan tinggalkan Sumbawa Barat tanpa mencicipi Singang (ikan kuah kuning asam segar) dan Sepat (ikan bakar dengan kuah asam unik). Untuk sarapan, cobalah Bubur Palopo yang terbuat dari susu kerbau, memberikan rasa gurih dan manis yang autentik.
Waktu Terbaik Berkunjung: Bulan Mei hingga Oktober adalah periode terbaik. Curah hujan rendah membuat akses jalan tanah ke pantai terpencil lebih mudah dilalui, dan ombak berada pada kondisi prima bagi peselancar, serta langit cerah untuk penikmat senja.
Mengunjungi Sumbawa Barat di tahun 2025 berarti Anda menjadi saksi transformasi sebuah daerah yang sedang menggeliat. Dengan segala kelebihan panorama alamnya dan kekurangan fasilitas yang justru menambah nuansa petualangan, Sumbawa Barat siap memberikan pengalaman liburan yang tak terlupakan. Kemasi barang Anda, dan biarkan jiwa petualang Anda memimpin jalan!



